Beranda Kriminal Mayat Seorang Nenek Ditemukan di Saluran Irigasi Situbondo

Mayat Seorang Nenek Ditemukan di Saluran Irigasi Situbondo

oleh nur aini

NTMC POLRI – Warga Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan digemparkan dengan penemuan sosok mayat yang mengapung di saluran irigasi. Diketahui bahwa mayat tersebut merupakan nenek Muyati (70), yang dikabarkan hilang selama 4 hari.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, mayat Muyati kali pertama ditemukan oleh Pak Dibuna (55), warga Dusun Langai Desa setempat. Ketika bermaksud pulang usai belanja di pasar, pria 55 tahun itu melintas di jalan tepi sungai irigasi. Saat itulah, pandangannya tiba-tiba tertuju pada benda aneh di tengah saluran irigasi.

Penasaran, Dibuna pun mencoba mendekat dan mencermati benda tersebut. Betapa terkejutnya, karena benda itu ternyata mayat manusia. Tahu begitu, dia pun segera mengontak warga yang lain dan diteruskan ke polisi.

Saat ditemukan, kondisi mayat nenek asal Dusun Pariyaan Desa Sumberkolak, itu sudah mulai rusak hingga menebarkan aroma tak sedap.

Dibantu tim SAR gabungan dan warga, polisi yang tiba di lokasi segera mengevakuasi mayat ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.

Di antaranya untuk proses identifikasi dengan melibatkan Inafis Polres Situbondo. Karena awalnya tidak ada yang kenal dengan mayat korban. Tak lama, seorang warga bernama Tolak Ima (48) menghubungi kades setempat dan mengabarkan jika ada keluarganya yang hilang selama 4 hari. Upaya pencarian sudah dilakukan namun tak membuahkan hasil.

Sehingga Tolak Ima diajak ke RSUD Situbondo untuk mengecek mayat tadi. Saat itulah, diketahui jika korban adalah bibinya sendiri bernama Muyati. Pengakuan itu diperkuat dengan kesesuain ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan korban.

“Betul, mayat tadi sudah diakui keluarganya. Ciri-ciri yang disampaikan semua sesuai. Salah satunya, ada jari tangan kirinya yang bengkok dan ada bekas jahitan luka lama di lengan kanan. Mayat sudah kami serahkan untuk dimakamkan,” kata Kapolsek Panarukan Iptu Efendi Nawawi, Sabtu (7/11/2020).

Menurut Kapolsek Efendi, selama ini kondisi korban memang sudah pikun karena usia yang sudah tua. Sehingga sering tidak pulang ke rumah. Sebelum ditemukan meninggal, korban sudah 4 hari tidak pulang. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian, namun tidak ditemukan.

“Tapi untuk penyebab kematiannya sendiri, sampai sekarang masih kami selidiki,” tandas mantan Kapolsek Situbondo Kota itu.

Related Articles