Beranda Kriminal Seorang Wanita Hamil Nekat Edarkan Ganja

Seorang Wanita Hamil Nekat Edarkan Ganja

oleh nur aini

NTMC POLRI – Lantaran sang suami pengangguran, seorang wanita hamil diamankan polisi karena nekat mengedarkan narkotika jenis ganja di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut).

Perempuan yang tengah mengandung 3 bulan, berinisial LR (29) tersebut ditangkap personel Polres Mandailing Natal (Madina) di Gang Sinagosi Lorong VII Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan, Madina, pada Selasa (27/10) sekitar pukul 10.00 Wib. Dari tangan warga Desa Huta Tua,Kecamatan Panyabungan Timur ini disita 3,1 Kg ganja.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Madina, AKP Manson Nainggolan, mengatakan, LR ditangkap setelah mereka mendapat informasi mengenai adanya seseorang membawa narkotika jenis ganja menuju Kota Sibolga.

“Setelah kita mengumpulkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, kita menuju lokasi, sekitar pukul 10.00 WIB, personel melakukan penggerebekan. Kita menemukan 3,1 kg ganja yang disimpan di dalam tas warna cokelat,” kata Manson Nainggolan, Kamis (5/11).

Penangkapan LR kemudian dikembangkan. Mereka mendapat informasi mengenai adanya pelaku lain yang membawa ganja dari Padang Sidempuan menuju Panyabungan.

Orang yang dicurigai diduga menumpang angkutan umum. Kendaraan itu kemudian dihentikan dan digeledah. Petugas menemukan 15 bal ganja kering dengan berat 15,1 Kg.

Pembawa ganja bernama J (23), warga Desa Huta Tua,Kecamatan Panyabungan Timur, pun diamankan. Perempuan ini mengaku narkotika itu akan diedarkan di Sumatera Barat.

Sementara itu, LR mengaku terpaksa melakukan perbuatan pidana itu karena suaminya sedang tidak ada pekerjaan. LR mengaku membeli ganja itu Rp250 ribu per Kg. Dia berencana menjualnya di Kota Sibolga dengan harga Rp 400 ribu per Kg.

Atas berbuatannta, LR dan J dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 111 ayat (2) subs Pasal 115 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal itu memuat ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Related Articles