Beranda Artikel Kasus Kecelakaan Maut di Magelang, Sopir Mobilio Ditetapkan Tersangka

Kasus Kecelakaan Maut di Magelang, Sopir Mobilio Ditetapkan Tersangka

oleh Faris

NTMCPOLRI – Jajaran Satlantas Polres Sleman telah menetapkan sopir Honda Mobilio berinisial WA (17) sebagai tersangka kecelakan maut antara Mobilio VS Xpander di Jalan Magelang Km 8, Mlati, Sleman Sabtu (3/10) lalu. Kecelakaan tersebut menyebabkan 4 penumpang Mobilio tewas.

Kanit Laka Lantas Polres Sleman, Iptu Galan Adi Darmawan menjelaskan gelar perkara telah dilaksanakan kemarin. Berdasarkan kelengkapan alat bukti, WA naik dari saksi menjadi tersangka.

“Untuk kemarin sudah diperiksa sebagai saksi ditingkatkan status sebagai pelaku anak. Kemarin kita sudah ke Semarang untuk melakukan penyelidikan dalam rangka meminta berita acara interogasi juga sudah berita acara pemeriksaan pelaku anak kita didampingi Bapas,” kata Galan, Jumat (6/11).

Galan menjelaskan, pengemudi ini nekat mengendarai mobil menuju Pantai Indrayanti, Gunungkidul dari Semarang, Jawa Tengah, meski tidak memiliki SIM. Selain itu, dia juga memacu Honda Mobilio dengan kecepatan hingga 139 Km/jam.

“Yang bersangkutan tidak memiliki SIM, tapi memaksakan untuk mengemudi. Kecepatan terpantau dari aplikasi GPS yang dimiliki oleh rental itu terakhir di kecepatan 139 Km/jam. Yang bersangkutan di situ dari faktor kelalaiannya mengemudikan dengan kecepatan tinggi sehingga tidak bisa mengendalikan,” katanya.

Karena kelalaiannya ini yang bersangkutan terancam pidana 12 tahun. Sebab, karena kelalaiannya menyebabkan orang meninggal dunia.

“Dalam kasus ini kita persangkakan Pasal 310 ayat 4 juga Pasal 311 ayat 5 ancaman pidana maksimal 12 tahun,” katanya.

Lanjutnya, meski ditemukan sejumlah botol miras di mobil Mobilio. Namun, hasil pemeriksaan dokter kandungan alkohol dalam tubuh WA ada di bawah standar.

Galan menjelaskan saat ini kondisi yang bersangkutan masih lemah dan trauma atas kecelakaan kemarin. Tersangka pun belum ditahan.

“Prosesnya berjalan sesuai prosedur yang ada. Hanya tidak penahanan dengan pertimbangan ada jaminan dari keluarga. Yang bersangkutan juga sangat kooperatif. Mempertimbangkan usia dan kondisi yang masih lemah,” katanya.

Related Articles